Bone

Soppeng

Wajo

Bosowa merupakan sebuah perusahaan swasta nasional yang didirikan pada tahun 1973 di Makassar, Sulawesi Selatan. Nama Bosowa berasal dari nama 3 Kerajaan Bugis yaitu Bone, Soppeng dan Wajo.

Bosowa bergerak di 6 grup usaha yaitu otomotif, semen, pertambangan dan energi, jasa keuangan, properti dan pendidikan. Selain menjalankan grup usaha intinya, Bosowa juga menjalankan sejumlah proyek perintis di bidang media, olahraga dan agrokultur.

Bosowa juga melakukan kegiatan CSR di bidang pendidikan, kemanusiaan dan keagamaan, serta sosial dan kebudayaan.

Dekade 1970-an

CV Moneter berdiri sebagai cikal bakal
Bosowa pada tanggal 22 Februari
1973 di Makassar.

Berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan
nama PT Moneter Motor dan mendapat hak
eksklusif menjadi dealer resmi mobil Datsun
untuk kawasan Indonesia Timur.

Dekade 1980-an

Mendapat kepercayaan dari Mitsubishi Motors menjadi sales dan distributor mobil Mitsubishi untuk kawasan Indonesia Timur dan mengubah nama menjadi PT Bosowa Berlian Motor.

PT Bosowa Berlian Motor berkembang menjadi distributor otomotif terkemuka di Indonesia Timur dan menjadi motor penggerak ekspansi bisnis Bosowa di bidang perdagangan, konstruksi dan agrokultur. Memasuki usaha jasa keuangan dengan mendirikan perusahaan multifinance.

Dekade 1990-an

Memasuki industri manufaktur dengan mendirikan
PT Semen Bosowa Maros, serta membangun usaha
distribusi, logistik dan transportasi pendukung.

Memasuki usaha infrastruktur dengan membangun
jalan tol Ir. Sutami di Makassar. Mengembangkan
usaha jasa keuangan dengan melakukan akuisisi
perusahaan asuransi.

Dekade 2000-an

Melakukan ekspansi di berbagai bidang usaha dengan mendirikan pabrik semen di Batam, mengakuisi dan membangun beberapa ruas jalan tol di Jabodetabek dan Makassar.

Memasuki usaha Properti dengan mendirikan Menara Bosowa dan akuisisi Hotel Aryaduta Makassar. Melakukan transisi kepemimpinan perusahaan dari pendiri ke generasi kedua.

Dekade 2010-an

Melakukan diversifikasi usaha jasa keuangan dengan melakukan akuisisi Bank Bukopin dan Bank Kesawan (sekarang Bank QNB Indonesia) dan perusahaan sekuritas.

Memasuki usaha pendidikan dengan melakukan akuisisi Universitas 45 (sekarang Universitas Bosowa) memperkuat usaha infrastruktur dengan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Jeneponto, Sulawesi Selatan dan Terminal LPG di Makassar dan Banyuwangi. Menambah kapasitas industri semen dengan mendirikan Line-2 di Maros dan pabrik semen di Banyuwangi.